Read and Click at Your Own Risk. The author/publisher of this blog, by all mean, is not responsible for any direct or indirect negative outcome experienced directly or indirectly by the reader/visitor of this blog resulting from reading its content or using the link or implementing any suggestions made or impliedly made by the author/publisher of this blog or other author or commentator of this blog.

Kamis, 27 September 2007

Pengemis Profesional

Apakah perda mengenai larangan memberikan kepada pengemis salah?

Ada Pengemis di Jambi Mampu Sewa Hotel Melati

Jambi (ANTARA News) - Pemerintah Kota Jambi mengakui kewalahan mengatasi pengemis musiman yang jumlahnya kian banyak berkeliaran baik di permukiman warga maupun di pusat-pusat keramaian, bahkan ada pengemis dari luar daerah yang mampu menyewa hotel kelas melati.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahtreaan Sosial (PMKS) Kota Jambi, M Rawi di Jambi, Jumat mengemukakan, operasi penertiban terus dilakukan dengan melibatkan Satpol-PP, dan pengemis musiman itu tidak saja warga kota Jambi, namun dari luar daerah, termasuk provinsi tetangga.

Jumlah mereka pun sulit di data, karena mobilitas atau tempat mereka meminta-minta selalu berpindah-pindah, bagi yang terjaring tidak memiliki tempat tinggal dan saudara akan dibina di panti asuhan.

Sementara bagi yang mempunyai keluarga, akan dikembalikan ke orang tua atau saudaranya. Karena sudah menjadi kebiasaan dan mata pencaharian, mereka biasanya kembali beroperasi kendati harus main kucing-kucingan dengan aparat.

Pemerintah akan terus menggelar operasi penertiban hingga mereka jera, karena tidak semua pengemis itu berasal dasi keluarga miskin, bahkan yang datang dari luar kota menyewa hotel kelas melati selama mereka beroperasi di Jambi.

Untuk itu masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpedaya ulah pengemis yang melakukan berbagai cara agar dikasihani, seperti pura-pura menjai orang cacat, menderita penyakit kusta, bahkan memanfaatkan bayi.

"Kalau ingin beramal membantu orang miskin dan anak yatim lebih baik disalurkan pada panti asuhan yang ada, baik yang dikelola pemerintah maupun swasta," kata M Rawi.

(*)
Copyright © 2007 ANTARA

http://antara. co.id/arc/ 2007/9/21/ ada-pengemis- di-jambi- mampu-sewa- hotel-melati/


Malah menurut tanggapan dimilis, di Liputan 6 SCTV malah ada kampung di deket Brebes yang namanya "Kampung Pengemis".  Katanya kampung tersebut bukanlah perkampungan yang kumuh tetapi layaknya rumah karyawan profesional dengan rumah bagus dari semen, modern, banyak yang bertingkat, memiliki motor.

Yang lucu, ternyata pengemis professional tersebut membuktikan ke  handalan rumus marketing mix  "4P - Product, Pricing,  Place dan Promotion":


  • Product - Orangnya, yang dengan yakin kelihatan lusuh (mungkin ini boleh jadi judul sendiri "The Importance of Packaging"... :) )
  •  
  • Pricing - Flexible pricing (seikhlasnya

  • Place - Strategically picked (tempat-tempat ibadah)

  • Promotion - Berlagak: buta, sakit, pincang dll.


Jadi para marketer perlu belajar dari mereka ha...ha...ha... 

Yah meskipun memberi dengan ikhlas itu tidak lah salah, tetap saja...
KITA KETIPU DEH...


Add to Technorati Favorites

1 komentar:

Langit mengatakan...

hahahaha

betul mas, ketipu deh!!